Selasa, 05 Agustus 2008

TEMPAT MAKAN SEPUTAR MEULABOH (1)

Meulaboh kota kecil, tidak banyak pilihan makanannya. Tempat makan memang lumayan banyak, tapi pilihan makanannya rata-rata mirip.

Beberapa tempat makan yang sering jadi tempat persinggahanku, antara lain:

Mie Kocok Simpang Kisaran
Sudah ada sejak masa-masa awal setelah tsunami, dan jadi salah satu tempat nongkrong favorit orang-orang NGO. Lokasinya di Jalan Geurutee (lebih dikenal masyarakat lokal sebagai Lorong Listrik), Mie Kocok Simpang Kisaran ini menyediakan aneka masakan seputar nasi goreng, mie, kwe tiaw, bihun, serta aneka jus. Yang jadi andalan tentu saja mie kocok. Tapi jangan bayangkan mie kocok ini seperti mie kocok Bandung, karena yang dimaksud dengan Mie Kocok di sini adalah mie ayam pakai kuah…
Mie kocok ini jadi pilihan rutinku, plus perkedel kentang dan segelas jus jambu klutuk. Kadang-kadang jus jambu klutuk bisa juga diganti teh botol, coca cola, atau kalau lagi pengen yang manis segar: es kacang.
Tempatnya menyenangkan, bisa untuk ngobrol santai, atau kalau malas ngobrol bisa juga sambil nonton TV. Pemiliknya keluarga Tionghoa lokal yang ramah, sehingga suasana makan juga jadi nyaman.
Tempat ini juga jadi pilihan tempat makan siang bagi para pekerja NGO non muslim di bulan Ramadhan. Tapi harus benar-benar non muslim, karena kalau kurang yakin pemilik akan menanyakan KTP untuk meyakinkan diri bahwa pelanggan ini sungguh-sungguh non muslim.

Metro Café
Juga salah satu rumah makan yang ada tidak lama berselang setelah tsunami. Awal-awalnya ada banyak pilihan makanan yang disediakan, tapi sekarang Bang Anas (pemilik) rupanya memilih untuk berspesialisasi pada 2 menu yang jadi favorit sejak dulu: sop dan soto.
Sop-nya sop daging, dengan potongan-potongan besar daging yang masih menempel di tulang ditambah dengan potongan besar kentang dan wortel. Pas jadi santapan kalau lagi perlu makanan hangat, terutama pas sakit dan kurang nafsu makan. Boleh juga kalau mau ditiadakan dagingnya, jadi hanya sop sayur-nya saja.
Untuk soto ada 2 pilihan: soto daging atau soto ayam. Kuah sotonya pekat, disajikan dalam mangkuk kecil, ada pelengkap berupa sebutir perkedel kentang. Soto daging berarti isinya daging atau jeroan (paru) yang dipotong kecil-kecil, sementara soto ayam berarti isinya daging ayam yang sudah digoreng dan kemudian dipotong kecil-kecil.
Keduanya, baik sop maupun soto, disajikan dengan pelengkap sepiring nasi putih yang disajikan dengan sambal goreng kentang plus garnish berupa daun selada disertai potongan timun dan tomat, dan juga sepiring kecil sambal hijau plus seiris jeruk nipis. Kuah kaldu panas, pedas dan asam… Yummy….

Deli
Juga salah satu tempat lama. Sampai tahun lalu lokasinya di Jl. Singgahmata (depan terminal), mulai tahun ini pindah ke Jl. Teuku Umar, dekat Hongkong Seafood. Deli isinya Chinese Food. Ada beberapa pilihan menu yang memang adanya di Deli saja, antara lain daging rusa.

“No Name”
Juga menyediakan aneka mie ala Chinese Food. Tapi pas bulan puasa ada menu-menu ekstra, seperti es campur, es cincau, gado-gado, dan aneka kue.
Kusebut no name, karena menurut pemiliknya (kadang dipanggil Tante atau A’i), dari dulu jualan memang ga pernah dikasih nama, semua orang juga sudah tahu, jadi ga perlu nama. Sekarang lokasinya pindah ke Jl. Teuku Umar depan Menara Telkom, dari lokasi sementara setelah tsunami di Jl. Singgahmata, samping Yamaha.

Café Mulia Hati
Awalnya bagian dari Center Mulia Hati, tempat pelatihan masak dan jahit untuk ibu-ibu. Kemudian untuk menjual hasil masakan ibu-ibu itu, rupanya dibuka tempat makan. Jadilah tempat ini tempat nongkrong favorit, terutama hari minggu siang, karena model tempatnya semacam rumah panggung terbuka.
Menunya menu ala barat yang memang dari segi harga agak mahal, tapi lumayan buat variasi makanan. Antara lain yang jadi favoritku: chicken burrito, fish and chips, thin crust pizza with pineapple, mushroom, onion and beef, atau kadang-kadang lasagna. Plus minumnya yang enak lime squash, atau kadang-kadang pesen coke pake es dan irisan jeruk nipis.. Hmmm.. segerrrrr!
Enaknya lagi, di sini bisa internet-an. Jadilah semakin lama waktu yang dipakai untuk nongkrong minggu siang di sini. Apalagi kalau ada teman-teman yang gabung. Sampai ngantuk kena angin sepoi-sepoi, baru pulang.
Sekarang café-nya sudah dipisah dari center-nya, jadi sekarang lokasi café di Jl. Teuku Umar. Plus ada menu tambahan yang sesuai dengan selera lokal dan juga kantong lokal: ayam goreng tulang lunak, batagor, dan pizza ukuran personal pan. Tetap aja ada internet-nya. Jadi masih asyik, walaupun dari segi lokasi jadi agak jauh.

Café Mulia
Ini beda sama Café Mulia Hati. Letaknya di Jl. Sisingamangaraja, daerah Gampa. Makanan yang disajikan yang memang khas Café Mulia adalah nasi timbel, plus pecel ayam/lele. Selain pecel ayam ada juga tempe dan tahu goreng, plus ati dan ampela goreng. Disajikan lengkap dengan lalapan segar. Ada juga nasi uduk atau nasi putih, kalau ga mau nasi timbel.

Bu Tebing
Relatif baru, belum setahun. Di Jl. Teuku Umar juga, dekat Café Mulia Hati. Menunya antara lain nasi uduk dan pecel ayam/lele, dan yang baru adalah soto betawi… Pilihan baru lagi kan? Selain itu ada juga nasi goreng dan aneka jus. Tapi kalau datang ke sana tentulah yang kucari kalau ga nasi uduk pecel ayam, ya soto betawi itu..

Cafe Algira
Menyediakan aneka nasi rames yang menurutku sayur dan lauknya bisa dibilang enak. Tapi ini jadi tempat pilihan kalau lagi pengen pempek Palembang. Tempatnya di Jl. Nasional.

Rumah Makan Wahyu Jaya
Ini juga sudah ada sejak masa awal tsunami, di Jl. Gajah Mada, depan Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien. Yang selalu kucari kalau ke sini adalah nasi pecal yang pakai lauk ikan karang goreng plus sambal lado. Yummmm!

Hongkong Seafood
Relatif baru, walaupun ga baru-baru amat. Dari segi harga memang agak mahal, tapi dari segi rasa memang pas banget. Aneka seafood dan tumis sayuran ala Chinese Food ada di sini, disajikan fresh from the kuali…
My favourite? Udang goreng mentega, kangkung cah polos (minta tambahan irisan cabe rawit), atau cumi goreng tepung, atau juga sapo tahu. Kalau lagi sakit dan butuh makanan panas yang menghangatkan, aku cari sup asparagus kepiting. Porsinya besar, bisa untuk makan 2 kali… hehe..

Sate Surabaya
Ini dia sate beneran di Meulaboh (menurutku). Ada 2 pilihan untuk sate: kambing pake bumbu kecap plus irisan bawang merah, cabe dan tomat, atau ayam pake bumbu kacang. Pilihanku tentu saja sate ayam, tapi bumbunya minta campur: bumbu kacang dan kecap lengkap dengan irisan bawang merah, cabe (banyak) dan tomatnya.
Selain itu di sini juga menyediakan gule dan tongseng kambing, serta ada juga pecel ayam/lele. Untuk menetralkan darah setelah menikmati daging kambing, ada pilihan minuman jus timun atau timun parut kalau mau ada yang bisa dikunyah timunnya.

Pantai Gaseh
Tempat ini sebenarnya sudah lama ada, tapi baru sekitar 3 bulan ini jadi tempat nongkrong buatku. Lokasinya di tepi laut, ada macam-macam makanan yang dijual di beberapa warung kecil (kurang lebih seperti pujasera atau food court gitulah). Pilihanku kalau di sini tentu saja kerang rebus bumbu medan, pizza personal pan atau batagor (ini cabangnya Café Mulia Hati). Selain itu, ada pilihan mieso (mie bakso), mie goreng, nasi goreng, pangsit, aneka jus, kelapa muda, dll.
Buka mulai sekitar jam 3 sore, sampai sekitar jam 10 malam, kecuali kalau malam minggu agak lebih larut tutupnya.

Cippes
Ini tempat baru juga, di Jalan Cut Nyak Dhien. Letaknya antara Supermarket Mandiri dan Metro Café. Katanya sih cabang Jakarta, walaupun aku sendiri belum pernah nemu di Jakarta.
Interior-nya modern gitu, ala café/resto di Jakarta, dominan warna merah. Ada pilihan ruang umum dan khusus yang Ac dan pake sofa. Tempat duduknya juga ada poof-nya gitu deh. Memang tempat ini menyediakan pilihan atmosfer nongkrong yang baru dan agak modern di Meulaboh.
Makanannya ada kepiting soka, steak, ifumie, bakso, French fries, club sandwich, dll. Yang modern-modern gitulah.

Jambo Geutanyoe
Sudah lumayan lama adanya, tapi akhir-akhir ini selalu sepi. Sebenarnya tempatnya asyik buat nongkrong. Tempatnya berupa beberapa saung besar yang terpisah, boleh pilih mau yang lesehan atau pakai kursi, juga bisa pilih mau yang lantai bawah atau lantai atas. Juga disediakan fasilitas karaoke, dan setiap malam minggu ada live music pakai keyboard/organ tunggal.
Awal dibukanya dulu ada banyak pilihan makanan, tapi belakangan ini sering ga ada makanan yang dulu bervariasi itu. Paling yang tinggal nasi goreng, indomie special serta beberapa jenis jus. Di luar itu paling makanan yang bisa dibilang oke ya ayam kalasan atau ayam rempah (kalau di Banda Aceh ayam tangkap).
Di tempat ini sebenarnya juga bisa internet-an, karena hotspot (lokasinya samping kantor bupati dan depan kantor BRR), tapi mungkin juga ga banyak yang tahu, atau tahu tapi ga puas sama pilihan makanannya. However, kalau pengen ngobrol lama atau ada pertemuan yang butuh tempat nongkrong yang ga rame, ini memang pilihan paling tepat.

Mie Kepiting Rundeng
Mie kepiting. Yumm! Pokoknya jangan bilang pernah ke Meulaboh kalau belum nyobain yang namanya mie kepiting!
Pilihanku yang di Rundeng. Kepitingnya masih segar, dan satu porsi mie berisi 2 kepiting besar-besar! Memang yahud! Kalau ga suka kepiting, ada pilihan kerang (lokan).
Konon katanya selain di Rundeng, Mie Dela yang di Gampa (samping Café Mulia) juga enak, tapi aku yang kuper ini belum pernah nyoba. Pilihan lain untuk menikmati kelezatan mie kepiting ala pantai barat agak jauh sedikit, di Simpang Cot Darat, Samatiga.

Bombay
Dulu Cuma ada 1 di Lapang, sekarang ada 2, yang satu lagi di Jalan Nasional. Menu andalannya nasi goreng (pakai telur, ayam, atau bistik daging), martabak, atau mie aceh. Tentang martabak, inilah lucunya martabak aceh (buat orang yang baru datang dari luar Aceh): adonan kulitnya di dalam, telurnya di luar. Disajikannya pakai acar bawang merah yang ada cabe rawitnya, irisan timun, seiris jeruk nipis, dan emping melinjo. Persis menu pelengkap mie aceh.
Bombay ini selalu rame kalau lagi musim pertandingan sepak bola, karena ada TV layar gede yang bisa dipakai untuk nonton bareng. Keistimewaan lain: Bombay buka sampai dini hari (kalau makanannya belum habis), jadi bisa dijadikan pegangan kalau lapar tengah malam di Meulaboh yang rata-rata tempat makannya udah tutup jam 10 malam.

Senin, 04 Agustus 2008

First Note..

Punya blog untuk apa? Untuk mengkomunikasikan pikiran, untuk berbagi (cerita-cerita sederhana tentang hidup, perjumpaan dengan orang-orang, keprihatinan tentang banyak hal)...
Nah, untuk saat ini semua tulisan yang sudah selesai maupun yang sedang dalam proses penyelesaian sedang dikumpulkan dan ditata ulang agar bisa dibagikan dengan indag bagi semua yang berminat membacanya...